Siapa sih yang gak pernah mendengar kata ketua?
Jangan-jangan anda sebagai pembaca blog saya yang tidak seberapa ini sudah pernah menjadi seorang ketua?
Bicara mengenai seorang ketua, selalu saja tidak terlepas dari ilmu filsafat. Ya, benar.. Filsafat..
Kata orang-orang filsafat itu adalah bapak dari segala ilmu. Jelas, karena filsafat itu berbicara soal pengalaman orang. Ilmu filsafat banyak dipelajari oleh sastrawan dan budayawan, jadi hati-hati dengan mereka ya, hehehehe, becanda..
Secara harafiah, kata ketua dapat diartikan sebagai orang yang mengepalai atau bahasa kerennya, pemimpin. Saya tidak mau mengajarkan anda soal kepemimpinan sekarang, mungkin anda udah lebih hebat memimpin dari saya. Kali ini saya hanya bicara bagaimana cara untuk mempercepat promosi kita untuk menjadi seorang ketua didalam sebuah lembaga, maksud saya disini lembaga adalah sebuah perusahaan, organisasi, kepanitiaan, dan lembaga lainnya.
Cakap
Mungkin anda terklepak-klepak dengan judul poin yang satu ini. Hey,, cakap maksud saya disana bukan berarti cakeep... Kalo kita baca di KBBI, cakap berarti sanggup melakukan sesuatu, ya benar.. itu maksud saya..
Orang cakap dimata seseorang adalah orang yang taat dengan peraturan, misalnya AD/ART, TLO, SOP, dll.. Pastinya apapun yang sudah tercatat dalam peraturan adalah hal yang pasti sanggup anda lakukan.
Cakap itu juga harus mampu memberikan yang terbaik dalam pekerjaan anda.
Kerja Cerdik
Pak harto bilang "Cepat dan Tepat" kayaknya ni nyuruh supaya kerja keras, Pak gusdur bilang "Biar lambat asal selamat" yang benar mana sih?
Mungkin wacana dapat menjadi propokasi yang baik dari seorang pemimpin, namun wacana juga bisa menjadi doktrin yang buruk bagi bawahan.
Yang penting kita musti teguh dalam pendirian. Bang Thomas Alfa Edison bilang "Suatu pekerjaan tidak diukur dari jam kerjanya, tapi dilihat dari hasilnya", jadi berat bukan? Jika kita memiliki ambisi dalam memimpin suatu lembaga, maka sebelum melaksanakan suatu pekerjaan kita harus memikirkan, merencanakan dan menentukan suatu cara untuk mendapat goal yang maksimal, sebab kembali kewacana bang Thomas.. :D
Ambil Bagian
Seorang ketua atau pemimpin yang akan demisioner, akan sangat menyukai orang yang tidak terlalu banyak perhitungan. Kata Bapak yang paling nomor satukan di Indonesia ini bilang "Tegas itu berani!! Berani memutuskan dan berani mengambil resiko!!!" Sungguh wacana yang sangat indah. Jadi, jelas bukan? Jangan mau terlalu banyak memikirkan resiko, just do it, maka hasilnya pasti DUIT!!!!
Backing
Seorang yang menjadi pemimpin tentunya harus memiliki hubungan dulu dengan pemimpin sebelumnya. Kalau bisasih, miliki karakter pemimpin sebelumnya, sedot teruss... Karena, dengan memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin terdahulu, maka anda akan mirip dengan dia dimata para anggota-anggota yang lainnya. Semoga anda sukses!!
Sabar
Ada sebuah syair yang bilang "Orang sabar disayang Tuhan". Kadang kala, kesempatan hanya terbuka satu kali saja. Tapi jangan salah loh, sebuah kesempatan tidak pernah datang satu kali saja, tetapi berkali-kali.
Dalam mempromosikan diri untuk menjadi seorang pemimpin, jangan pernah ngotot. Ada beberapa kali saya melihat seseorang yang terlalu ambisi dalam memimpin melakukan tindakan ngotot, maka hasilnya adalah terbalik, para calon justru jadi semakin dibenci. Jadi, saya harapkan teman-teman dapat menjalani poin kelima ini.
Sebenarnya dalam artikel ini masih banyak yang tersimpan dikepala ini, namun apa daya, mata dan jari saya sudah lelah, mungkin akan saya lanjut pada artikel berikutnya. Jadi jangan lupa beri tanggapan-tanggapan kamu ya, dan jangan lupa untuk tetap melakukan kelima poin penting tersebut..
Salam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih telah memberikan komentar pada blog ini...
Horas